Penyakit Diabetes

Berikut akan kami bahas mengenai defisini, pengertian, klasiafikasi, gejala / ciri-ciri, cara pencegahan serta pengobatan medis diabetes. Kencing manis atau penyakit gula, sudah dikenal sejak kurang lebih dua ribu tahun yang lalu. Dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah penyakit Diabetes Melitus ( Bahasa latin diabetes=penerusan, mellitus=manis ).

Pengertian penyakit diabetes atau kencing manis diketahui sebagai suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan menahun terutama pada sistem metabolisme karbohidrat, lemak, dan juga protein dalam tubuh. Gangguan metabolisme tersebut disebabkan karena kurangnya produksi hormon insulin, yang diperlukan dalam proses pengubahan glukosa ( gula ) menjadi glikogen ( tenaga ) serta sintesis lemak. Kondisi yang demikian itu, mengakibatkan terjadinya hiperglikemia, yaitu meningkatnya kadar gula dalam darah atau terdapatnya kandungan gula dalam air kencing dan zat-zat keton serta asam ( keto-acidosis ) yang berlebihan. Keberadaan zat-zat keton dan asam yang berlebihan ini menyebabkan terjadi rasa haus yang terus-menerus, banyak kencing, penurunan berat badan meski selera makan tetap baik, penurunan daya tahan tubuh. Tidak jarang juga, penderita diabetes meninggal meski masih pada usia muda.

diabetes

Klasifikasi atau Macam-Macam Penyakit Diabetes

Menurut American Diabetes Association 2005 (ADA 2005) klasifikasi diabetes melitus, yaitu :

  1. Diabetes Melitus Tipe 1 atau Insulin Dependent Diabetes Melitus/IDDM (destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut)
    a. Melalui proses imunologik
    Bentuk diabetes ini merupakan diabetes tergantung insulin, biasanya disebut sebagai juvenile onset diabetes. Hal ini disebabkan karena adanya destruksi sel beta pankreas karena autoimun. Kerusakan sel beta pankreas bervariasi, kadang-kadang cepat pada suatu individu dan kadang-kadang lambat pada individu yang lain. Manifestasi klinik pertama dari penyakit ini adalah terjadi ketoasidosis. Pada diabetes tipe ini terdapat sedikit atau tidak sama sekali sekresi insulin dapat ditentukan dengan level protein c-peptida yang jumlahnya sedikit atau tidak terdeteksi sama sekali.Sebagai marker terjadinya destruksi sel beta pankreas adalah autoantibodi sel pulau langerhans dan atau aoutoantibodi insulin dan autoantibodi asam glutamate dekarboksilase sekitar 85-90 % terdeteksi pada diabet tipe ini. Diabetes melitus autoimun ini terjadi akibat pengaruh genetik dan faktor lingkungan.b. Idiopatik
    Terdapat beberapa diabetes tipe 1 yang etiologinya tidak diketahui. Hanya beberapa pasien yang diketahui mengalami insulinopenia dan cenderung untuk terjadinya ketoasidosis tetapi bukan dikarenakan autoimun. Diabetes tipe ini biasanya dialami oleh individu asal afrika dan asia.
  2. Diabetes Melitus Tipe 2 atau Insulin Non-dependent Diabetes Melitus (bervariasi mulai dari predominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai yang predominan gangguan sekresi insulin bersama resistensi insulin)Pada penderita Diabet Mellitus tipe ini terjadi hiperinsulinemia tetapi insulin tidak bisa membawa glikosa masuk kedalam jaringan karena terjadi resistensi insulin yang merupakan turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan perifer dan untuk menghambat produksi glukosa oleh hati. Oleh karena terjadinya resistensi insulin ( reseptor insulin sudah tidak aktif karena dianggap kadarnya masih tinggi dalam darah ) akan mengakibatkan defisiensi relatif insulin.Hal tersebut dapat mengakibatkan berkurangnya sekresi insulin pada rangsangan glukosa bersama bahan perangsang sekresi insulin lain sehingga sel beta pankreas akan mengalami desensitisasi terhadap adanya glukosa.

    Onset diabetes mellitus tipe ini perlahan lahan karena itu gejalanya tidak terlihat ( asimtomatik ). Adanya resistensi yang terjadi perlahan lahan akan mengakibatkan pula kesensitifan akan glukosa perlahan-lahan berkurang. Oleh karena itu, diabetes tipe ini sering terdiagnosis setelah terjadi komplikasi. Komplikasi yang terjadi karena ketidakpatuhan pasien dalam menggunakan obat antibiotik oral.

  3. Diabetes Gestasional
    Pada golongan ini, kondisi diabetes dialami sementara selama masa kehamilan. Artinya kondisi intoleransi glukosa didapati pertama kali pada masa kehamilan, biasanya pada semester kedua dan ketiga. Diabetes melitus gestasional berhubungan dengan meningkatnya komplikasi perinatal (sekitar waktu melahirkan) dan sang ibu memiliki resiko untuk menderita penyakit DM yang lebih besar dalam jangka waktu 5-10 tahun setelah melahirkan. Diabetes tipe ini merupakan intoleransi karbohidrat akibat terjadinya hiperglikemia dengan berbagai keparahan dengan serangan atau pengenalan awal selama masa kehamilan.Pada wanita hamil, jumlah hormon estrogen yang dimiliki lebih banyak daripada wanita normal karena plasenta juga menghasilkan estrogen yang bekerja secara simpatis sehingga secara tidak langsung menghambat pengeluaran insulin, mengakibatkan aktivasi glukagon untuk memecah glikogen yang menyebabakan kadar gula darah pada wanita hamil meningkat.
  4. Diabetes Melitus Tipe Lain
    a. Defek genetik fungsi sel beta :
    =>Kromosom 12, HNF-1α
    =>Kromosom 7, glukokinase
    =>Kromosom 20,HNF-4 α
    =>Kromosom 13, insulin promoter factor
    =>Kromosom `17, HNF-1β
    =>Kromosom 2, Neuro D1
    =>DNA Mitokondriab. Defek genetik kerja insulin : resisten insulin tipe A, leprechaunism, Sindrom Rabson Medenhall, diabetes lipoatropikc. Penyakit Eksokrin Pankreas (suatu kelenjar yang mengeluarkan hasil produksinya melalui pembuluh), yaitu :
    =>Pankreatitis (radang pada pankreas)
    =>Trauma/pankreatektomi (pankreas telah diangkat)
    =>Neoplasma
    =>Fibrosis kistik
    =>Hemokromatosis
    =>Pankreatopati
    =>Fibro kalkulus (adanya jaringan ikat dan batu pada pankreas)

    d. Endokrinopati :
    =>Akromegali (terlampau banyak hormon pertumbuhan)
    =>Sindrom cushing (terlampau banyak produksi kortikosteroid dalam tubuh)
    =>Feokromositma (tumor anbak ginjal)
    =>Hipertiroidisme
    =>Somasostatinoma
    =>Aldostreroma

    e. Karena obat atau zat kimia : vacor, pentamidin, asam nikotinat, glukokortikoid, hormon tiroid, diazoxid, agonis beta adrenergik, tiazid, dilantin, interferon alfa.

    f. Infeksi : Rubella Kongenital.

    g. Sebab imunologi yang jarang : antibodi, antiiinsulin (tubuh menhasilkan zat anti terhadap insulin sehingga insulin tidak dapat bekerja memasukkan glugosa ke dalam sel).

    h. Sindrom genetik lain yang berkaitan dengan DM : sindrom Down, sindrom Klinefelter, sindrom turner, sindrom Wolfram’s.

Bagaimana Gejala / Ciri-Ciri Penyakit Diabetes ?

Gejala Umum Orang Yang Terkena Diabetes,

  • Sering buang air kecil
  • Sering haus dan banyak minum
  • Berat badan turun dengan cepat, walaupun nafsu makan tetap baik
  • Mudah lelah
  • Banyak pikiran
  • Mudah terbawa emosi
  • Penglihatan semakin kabur / buram
  • Mati rasa ( kebas ) atau kesemutan, biasanya pada kaki, tangan, beserta jari-jemarinya
  • Masalah kulit
    Diabetes memengaruhi sirkulasi darah, dan membuat kelenjar keringan mengalami disfungsional, sehingga membuat kulit menjadi bersisik, terasa gatal, kering, dan iritasi.
  • Proses pemulihan luka yang lambat
  • Gangguan pada gusi
    Dari kejadian-kejadian dahulu, penderita diabetes lebih rentan mengalami kerusakan gigi. Seperti misalnya, gusi menjadi merah, pembengkakan dan iritasi.

Ciri-Ciri Khusus Diabetes Pada Kaum Wanita,

  • Infeksi vagina yang ditandai dengan munculnya keputihan secara berulang, meckipun telah mendapatkan pengobatan
  • Lebih mudah terkena infeksi jamur didaerah organ intim karena daerah tersebut mengalami kelembaban cukup tinggi
  • Mengalami gangguan fungsi hormonal karena aliran darah tidak lancar
  • Cenderung mengalami polycystic ovarian syndrome. Keseimbangan hormon terganggu yang akan mengganggu sistem reproduksi
  • Wanita yang sering mengalami depresi juga memicu diabetes
  • Memiliki kadar kolesterol tinggi dibanding pria

Bagaimana Langkah-Langkah Pencegahan Diabetes Melitus ??

  1. Primer
    Tujuannya untuk mencegah terjadinya diabetes melitus. Berikut pencegahan primernya :
    => Pola makan yang seimbang
    => Olahraga teratur
    => usahakan berat badan normal
    => Hindari obat-obatan yang dapat memicu diabetes
  2. Sekunder
    Tujuannya adalah mencegah diabetes yang sudah terjadi supaya tidak menimbulkan komplikasi penyakit lain
    => Diet sehat
    => Selalu kontrol gula darah
  3. Tersier
    Tujuannya untuk mencegah kecacatan lebih lanjut dari komplikasi yang terjadi.
    => Mencegah terjadinya kebutaan bila menyerang bagian mata
    => Mencegah gagal ginjal bila menyerang bagian ginjal, dll

Pengobatan Medis Diabetes

Biasanya dokter akan memberikan pengobatan berupa obat hipoglikemik oral yang masih dalamgolongan sulfonilurea dapat menurunkan gula darah dengan baik pada penderita penyakit diabetes tipe 2 namun tidak efektif untuk diabetes tipe 1 seperti gliburid, glipizid. Klorpropamid, dan tolbutamid. Obat ini dapat menurunkan kadar gula dalam darah dengan cara merangsang kelenjar pankeras untuk memproduksi insulin. Namun, obat ini tidak mempengaruhi produksi insulin karena obat ini hanya bekerja untuk meningkatkan respon tubuh terhadap hormon insulinnya sendiri.

obat oral

Adapun yang menerapkan sistem terapi insulin berupa suntikan/injeksi. Insulin tersebut bisa dihancurkan dalam lambung sehingga tidak boleh diberikan secara oral dan harus melalui suntikan. Selain suntikan, bentuk insulin yang baru bisa disemprot melalui hidung. Namun, insulin yang disemprotkan melalui hidung ini masih dalam tahap penelitian karena belum dapat bekerja optimal.

This entry was posted in Kesehatan and tagged , , . Bookmark the permalink.